HALLO …
Setelah beberapa tahun “tidur” dari aktifitas kampus akhirnya mulai menjamah kembali tugas-tugas kampus yang semakin menyinari hidup ini. hahaha …
Kali ini kita akan coba membahas tentang penerapan TIK dalam kampusku , Universitas Narotama surabaya.
Dalam perkembangan jaman, teknologi begitu melejit dengan inovasi yang terus berkembang. Untuk terus berjalan bersama perkembangan teknologi kita harus mulai membiasakan hidup dengan teknologi itu sendiri, sadar atau tidak sadar teknologi adalah nafas kehidupan yang baru. Tanpa adanya teknologi hidup kita akan terasa sesak, tapi pertanyaanya disini adalah sudah maksimalkah, sudah efektif dan efisienkah teknologi yang kita gunakan dan manfaatkan ini??
Saya mencoba mengamati teknologi yang digunakan di kampus saya, saya merasa teknologi yang digunakan dikampus saya belum sangat maksimal. Saya melihat TIK itu hanya sebagai syarat dalam proses pembelajaran, TIK hanya sebatas bentuk “ ikut trend “, saya sangat tidak melihat adanya kebutuhan akan teknologi itu sendiri. Artinya mahasiswa belum bisa memanfaatkan TIK itu secara maksimal dan menyuluruh, mereka masih bingung, mereka masih tabu mereka terasa tersesat dalam teknologi itu sendiri. Mungkin ada yang beranggapan, mereka MELEK TEKNOLOGI hanya karena mereka sudah punya facbook, blog, atau sosmed yang lainya padahal teknologi bukan hanya sekedar itu. Kita hanya sedang bermain dalam sebuah petak kecil diantara jutaan petak-petak dalam teknologi.
Ini menjadi PR tersendiri untuk kampusku tercinta, bagaimana “ merasukan” doktrin tentang teknologi, bagaimana mahasiswa bisa memanfaatkan teknolgi itu dalam berbagai bidang.
Saya melihat kampus sudah mulai menerapkan TIK dengan cukup baik, hanya belum terasa maksimal. Mulai dari presentasi, tugas lewat email, harus mempunyai blog, E-lina dan simnaro itu adalah bentuk pengenalan yang bagus dalam proses pembelajaran berbasis TIK.
Untuk kedepanya saya menyarankan untuk Unversitas Narotama, agar konsisten dalam proses pembelajaran, Dosen yang sekarang masih menggunakan cara klasik harus mulai dirubah karena saya masih melihat ada dosen yang mendekte mahasiswanya dan diharuskan mahasiswanya menulis tangan padahal materi tersebut harusnya bisa diupload disebuah website dan mahasiswa bisa mendownloadnya sehingga waktu yang terbuang karena mendekte tersebut bisa digunakan untuk hal yang lain yang lebih efektif dan efisien. Tapi tetap harus ada interaksi antara dosen dengan mahasiswa secara baik agar mahasiswa bisa menyerap ilmu dari dosen secara maksimal.
Tidak hanya itu, dukungan jaringan juga harus didukung dengan jaringan yang stabil dan dapat digunakan dengan baik oleh mahasiswa, karena saat ini saya merasakan internet di kampus sangat “ siput “. Taukan bagaimana siput berjalan?? you know what i mean … hehehe
Kampus harus mulai aktif dalam dunia internet, mungkin bisa lewat youtube dengan membuat profil kampus atau bentuk promosi yang lainya. Saya sempat melihat video tentang Universitas Narotama di youtube, saya merasa video tersebut kurang menarik, terkesan biasa, terkesan asal-asalan. Itu harus mulai diperbaiki, dengan membuat video yang baik, menarik dan dengan kualitas yang bagus. Disini harus ada peran dari mahasiswa, mahasiswa harus ikut andil dalam proyek tersebut.
Mungkin bisa dijadikan pertimbangan, untuk Kampus membuat online shop yang dipegang oleh mahasiswa. Mulai dari stok, order, dan sale biarkan mahasiswa (bisa mahasiswa Ekonomi Manajemen atau yang lainya) yang handle disini kampus berposisi sebagai pembimbing dan pengawas. Market share awal tentu mahsiswa narotama sendiri, staff dan yang lainya agra mereka terbiasa dengan “ online “ baru setelah itu bisa ekspansi ke dunia luar, regional, nasional dan mungkin bisa ke internasional.
Semoga dengan pemahaman kita tentang teknologi bisa membuat kita lebih maju, bisa menggenggam dunia, menjadikan kita lebih bermanfaat agar menjadi pribadi yang sukses di dunia dan akhirat. amiiiin ....
Akhir kata semoga tulisan ini bermanfaat, dan jika ada salah ijinkan saya meminta maaf, :D
NAROTAMA !! PRO PATRIA !!
Daftar Pustaka


